Breaking

blog single post
Daily Things

Waspada! Jangan Mau Jadi Bahan Bullying Senior di Kampus


Tentunya kamu sudah tidak asing lagi dengan kata bullying. Penindasan atau bullying adalah perilaku agresif yang mengintimidasi dari individu maupun kelompok terhadap individu. Fenomena bullying cukup meresahkan masyarakat mengingat dampak bullying yang dapat berpengaruh besar pada kehidupan korban maupun pelaku di masa depan. Mungkin dulu bullying identik dengan kekerasan fisik. Namun, hal itu kini sudah kurang relevan, cibiran dan cacian pun termasuk ke dalam bullying. Apalagi di era digital, dimana media sosial semakin marak digunakan, kekerasan verbal di internet menjadi lebih sulit dibendung.


Bullying dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Namun bullying memang paling sering terjadi pada anak-anak. Menurut data KPAI pada tahun 2018, kasus bullying dan kekerasan fisik masih menjadi kasus yang mendominasi pada bidang pendidikan.


Jika kamu bosan pernah menjadi objek bullying, disudutkan dan diintimidasi, sudah saatnya untuk kamu mengambil sikap. Kamu dapat belajar untuk menghadapi tukang bully ini dengan cara yang aman dan cerdas, melakukannya bersama-sama, dan ikut menghentikan intimidasi untuk selamanya. PrinterQoe memberikan tips cara yang bisa dilakukan untuk menghentikan perilaku bullying yang bisa kamu coba, antara lain:
Tatap mata mereka dan katakan pada mereka untuk berhenti

 

Jika pengganggu semakin mendekat, letakkan tangan kamu seperti menghentikan kendaraan saat menyeberang, ciptakan penghalang antara kamu dan si tukang bully. Tataplah mata mereka dan katakan dengan tenang tapi tegas, "Cukup! kamu harus berhenti sekarang."

 

1. Pelajari bagaimana cara berpikir tukang bully

Mereka cenderung memilih orang-orang yang mereka anggap tidak mau atau tidak mampu membela diri sendiri. Pengganggu memilih sasaran empuk dan "mengujinya" dengan kata-kata yang menusuk dan tindakan yang mengganggu. Cara tercepat dan cara terbaik untuk mengakhiri intimidasi mereka adalah dengan membela diri dan menyuruhnya dengan tegas untuk menghentikan tingkahnya dan mengulanginya sampai mereka mendengarkannnya.

 

2. Negosiasi

Mencoba untuk berteman, atau menunjukkan bahwa kamu terganggu hanya akan memberi mereka lebih banyak kesempatan dan akan semakin menjadi-jadi. Jangan merengek, cobalah untuk tidak menangis, dan tetap teguh. Mereka akan bosan dan kehilangan minat ketika kamu santai saja dan tidak memberi mereka alasan apa-apa untuk mengganggu. Tidak ada yang lucu dengan berkata "berhenti atau cukup." Mereka tidak akan bisa mengejek jika kamu terlihat kuat.

 

3. Tutup telinga kamu

Jangan mendengarkan hal-hal yang dikatakannya atau memasukkannya ke dalam hati. Mereka mengatakan hal-hal tersebut untuk membuat kamu emosi, bukan karena itu yang mereka pikirkan, bukan karena itu benar, dan bukan karena mereka mencoba untuk membantu kamu. Mereka mencoba untuk membuat kamu terpuruk sebagai cara menaikkan posisi mereka sendiri, karena mereka sebenarnya merasa tidak aman dan memiliki hati yang lemah.

 

4. Pertahankan diri dengan cerdas

Jangan biarkan diri kamu terjebak dalam sebuah situasi saling menghina dengan mereka. Kamu akan hampir selalu kalah jika beradu mulut satu lawan satu, bahkan jika kamu lebih jenaka, lebih lucu, dan lebih cerdas (sebagaimana seharusnya kamu) sekalipun. Karena merekalah yang merancang permainan ini. Jangan mencoba membalas dengan hinaan yang lebih hebat yang hanya dapat membuat keadaan dirinya menjadi lebih buruk.

 

5. Laporkan pelaku intimidasi ini kepada pihak berwenang 

Segera setelah kamu merasa telah diganggu, laporkan perilaku tersebut dengan bukti yang cukup dan saksi kepada pihak berwenang yang memiliki otoritas dan bertanggung jawab atas situasi ini. Pastikan untuk menggunakan kata bully, katakan bahwa kamu merasa diperlakukan tidak adil dan bahwa kamu terintimidasi dan dibuat frustrasi oleh perilaku orang ini.

 

Semoga tips-tips dari PrinterQoe diatas bisa membantu kamu yang menjadi korban bullying, ingat untuk selalu baik terhadap sesama dan ciptakanlah kedamaian

Sumber : Berbagai Sumber

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu