Breaking

blog single post
Printing

Teknologi Foto Beserta Media untuk Mencetaknya

Seni merekam sebuah obyek untuk kemudian dicetak diawali pada abad ke 11 ketika  seorang ilmuwan berkebangsaan Irak menemukan teknologi yang disebut dengan kamera obscura. Teknologi ini juga berhasil diuji coba oleh seorang Perancis, Joseph Nicéphore Niépce, dengan bereksperimen menggunakan berbagai teknik serta bahan-bahan kimia sehingga menghasilkan foto yang tidak lekas pudar.

 

Jauh sebelum adanya kamera, cara untuk memindahkan sebuah obyek pemandangan maupun portrait manusia adalah dengan dilukis. Proses ini memakan waktu yang lama dengan ketelitian tingkat tinggi. Sosok yang dilukis harus duduk berjam-jam sampai pelukis menyelesaikan pekerjaannya. Meski begitu lahirnya kamera bukan berarti menggeser kedudukan seni lukis. Keduanya memiliki pecintanya sendiri sejalan dengan keistimewaannya masing-masing.


Dengan adanya teknologi kamera maka ilmu fotografi semakin berkembang begitupun halnya dengan dunia percetakan. Seiring dengan pesatnya minta orang terhadap teknologi yang satu ini, permintaan cetak foto pun tidak bisa dibendung hingga kini. Jaman semakin canggih dan tiba-tiba saja fotografi sudah bukan lagi monopoli para pemegang setifikat profesi fotografer.   


Semua orang bisa menjadi fotografe pribadi dengan bermodal smartphone dilengkapi dengan aplikasi foto yang ditanan di dalamnya. Digitalisasi memungkinkan orang untuk menyimpan foto dalam bentuk data, dan dampaknya semakin jarang orang menyetak foto karena unsur kepraktisan.  


Namun jangan lupa bahwa ada suatu masa di mana menyetak foto dan menyusunnya di dalam album menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan. Bila Anda membuka-buka kembali album keluarga yang mungkin sudah menguning karena usia, foto-foto di dalamnya seketika akan membawa Anda kembali ke masa lalu. Kenangan itulah yang menjadikan selembar foto menjadi begitu berharga. Kini kebiasaan itu masih ada meskipun tidak semasif dulu.


Pada dasarnya foto tidak bisa dicetak di atas sembarang kertas apalagi mengingat teknologi foto analog yang melewati proses panjang dengan menggunakan bahan kimia. Sama sekali tidak bisa dibandingkan denganteknologi cetak modern dengan mesin-mesi digital. Cukup tekan tombol ‘cetak’ dan tidak sampai 5 menit foto yang Anda jepret menggunakan smartphone sudah jadi. Belum lagi ada kamera polaroid yang menghasilkan foto instan tanpa printer.


BACA JUGA: Perkembangan Printing di Era Digital


Kembali lagi ke material cetak yang biasa digunakan untuk  menyetak foto, antara lain:

  • Kertas Laster

Bisa digunakan untuk kebutuhan dokumentasi karena bisa bertahan dalam waktu yang lama hingga puluhan tahun. Teksturnya sendiri menyerupai permukaan dari kulit jeruk.


  • Kertas Doff

Kertas jenis ini cepat menyerap tinta dan tidak menimbulkan bekas meski sering dipegang.


  • Kertas Glossy

Ini sangat populer digunakan sebagai media cetak foto. Permukaannya halus dan mengilap namun sayangnya cenderung mudah lengket dan tergores.


BACA JUGA: 7 Material Kertas untuk Berbagai Produk Cetak


Foto kini bukan hanya bisa dicetak di atas kertas. Menyetak foto di media keramik, plastik, bahkan di atas busa kopi pun bisa. Ke depannya entah inovasi apalagi yang akan ditemukan yang jelas itu akan menjadi penanda bahwa peradaban manusia terus berkembang.



 


Sumber : thesprucecrafts.com; plimbi.com

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu