Breaking

blog single post
Profesionalisme

Periksa 5 Komponen Ini Sebelum Desain Naik Cetak

Di luar dari seberapa bagus atau menariknya sbeuah desain, hasil akhir setelah dicetak bisa berbeda cerita. Desainer seringkali lupa bahwa ada perbedaan mendasar antara desain untuk digital dengan desain untuk produk cetak seperti standing banner atau spanduk.


1. Hasil cetak hitam kelam

Warna hitam pada skala CMYK merujuk pada (#000000 or 75/68/67/90) sebagai i. Nah ketika di layar Anda hitam ini terlihat pekat, hasil cetaknya justru lebih mengarah ke abu, dan klien yang tidak puas bisa protes. Sebagai solusi Anda bisa mengubah pengaturan prosentasi CMYK menjadi C50 M40 Y40 K100. Kombinasi ini akan menghasilkan warna hitam sempurna pada hasil cetak.




2. Pengaturan bleed

Ketika mendesain untuk produk cetak, ingatlah bahwa mesin printer akan memotong bagian tepi kertas sebanyak 3mm. Ini disebut juga dengan 'bleed.' Ini artinya Anda perlu menambahkan ekstra 3mm agar desain tidak terpotong. Bila Anda mendesain dengan menggunakan Illustrator, buka dokumen baru dan isi angka 3mm pada kolom top, bottom, left, dan right bleed.   



3. DPI

DPI kependekan dari Dots Per Inch yang merupakan ukuran resolusi mesin printer. Ketika mengirim file untuk dicetak, pastikan kalau DPI-nya diatur menjadi 300. Pengaturan ini ada di halaman New Document setting di Illustrator.




4.  PDF Formats

Umunya mesin printer akan meminta file dalam format PDF dengam 300 DPI untuk keperluan cetak A3 ke atas atau lebih.



5. Export PDF menggunakan Marks & Bleeds

- go to File > Save As, dan pilih PDF di kolom bawah


- beri nama file dan Save 


- Di bagian kiri pilih ‘Marks & Bleeds.’ Beri check list pada kolom ‘All Printers Marks,’ dan kolom Bleed, ‘Use Document Bleed Settings,’ lalu Save PDF, dan Anda sudah selesai.




Baca juga: Orang Awam Perlu Tahu Beberapa Istilah Dalam Mendesain

 






Sumber : rareformnewmedia.com

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu