Breaking

blog single post
Daily Things

Perhatikan ini Sebelum Kamu Coba Buka Obrolan

Salah satu hal yang paling menyulitkan seseorang ketika berada di lingkungan baru adalah mencoba membuka obrolan dengan orang lain yang sudah berada di lingkungan tersebut terlebih dahulu.

 

Mungkin, itu juga yang Kamu rasakan ketika Kamu baru masuk di hari pertama kerja, atau baru dipindah tugaskan di tempat yang baru juga. Nah, agar Kamu tidak bisa mengalami hal tersebut, perhatikan hal ini terlebih dahulu ketika akan membuka percakapan.

 

1. Gunakan Bahasa Tubuh yang Tepat

Bahasa tubuh bisa menjadi hal yang natural, insidental, atau tertata, dan ini adalah bahasa yang paling mudah dimengerti. Sebelum Kamu mengatakan sesuatu secara verbal, Kamu bisa memecahkan suasana yang kaku dengan bahasa tubuh yang bisa diartikan oleh pihak lain sebagai orang yang mudah akrab dan terbuka.

 

Akan menjadi hal yang sulit ketika Kamu bertemu dengan orang yang berbahasa tubuh tertutup. Karena ini bisa menjadi 2 hal, yakni bahwa mereka adalah orang yang takut untuk memulai percakapan, atau memang mereka tak suka bergaul. 

 

Namun, jika Kamu bisa jadi orang yang membantu orang, atau bisa jadi orang yang mengganggu. Tapi, tak ada salahnya untuk mencoba bersikap baik, kan?

 

Jadi paling sederhana, Kamu bisa menganggukan kepala atau memasang senyuman ketika rekan kerja lewat di hadapan Kamu, sebelum membuka obrolan. Jika di lingkungan kantor, bisa saja Kamu mengambil tema print A3 murah sebagai topik pembicaraan. Seperti, PrinterQoe yang selalu ada untuk penuhi kebutuhan cetak dokumenmu. PrinterQoe bisa Kamu akses melalui website PrinterQoe.com atau aplikasi ponsel.

 

2. Intonasi

Salah satu cara lain untuk terlihat sebagai orang yang bersahabat adalah untuk mencoba bicara dengan intonasi suara yang tenang, percaya diri, dan santai, misalnya dengan sapaan 'sob', 'bro', atau 'mbak'.

 

Tentunya, hal itu lebih terkesan santai dan nyaman, ketimbang menggunakan intonasi bicara yang terburu-buru, seperti orang panik, menghela nafas, atau menjawab sapaan dengan ‘hai’ yang terkesan kaku, berat, atau membosankan.

 

Jika Kamu berhasil melakukan hal tersebut, besar kemungkinan Kamu bakal 'diserbu' teman baru Kamu layaknya tempat print A3 murah yang banyak dikunjungi pelanggan.

 

3. Pemilihan Tema Obrolan

Pertanyaan langsung dan tertutup seperti “Apa kabar?” bisa menyesatkan. Karena orang akan cenderung menjawab “Baik.” Setelah itu, sering percakapan berubah menjadi sunyi. 

 

Agar percakapan tidak langsung kandas, Di Kamu bisa mencoba untuk memberikan pertanyaan yang jawabannya lebih dari dua kata.

 

Misalnya; “Apa hal terbaik dari akhir pekan kemarin?” atau “Di mana saya bisa menemukan lokasi print A3 murah?"

 

4. Jawaban Lawan Bicara

Pendongeng yang baik tak sama dengan memulai percakapan yang baik. Pendongeng memonopoli percakapan, hasilnya bisa baik atau buruk, sementara ahli percakapan akan mendengarkan dan bertanya hal-hal yang tepat ketika terdapat kesempatan. 

 

Jadi, Kamu bisa membuat percakapan terus berlangsung dan tidak hanya dengan mengganti subyek atau bertanya hal lain. Namun, dengan mengucapkan kembali perkataan lawan bicara, atau menggunakan jawaban mereka dan mengubahnya menjadi pertanyaan baru. 

 

Melakukan hal ini akan memberikan impresi bahwa Kamu mendengarkan, berempati, dan terhubung kepada orang ini. Plus, hal ini akan membawa si orang yang sedang bercerita lebih mendalam ke topik yang sedang diperbincangkan.

 

Misalnya ketika lawan bicara berkata, "Print A3 murah ada di dekat kost saya." Maka, Kamu bisa membalasnya kembali dengan obrolan, "Memang kost-an mbak ada di mana?" 

 

5. Kontrol Percakapan Kepada Lawan Bicara

Ketika memulai pembicaraan, Kamu dianggap menyetir dan mengontrol pembicaraan tanpa terlihat terlalu bersemangat. Hingga titik ini, Kamu seharusnya sudah menempatkan si lawan bicara sebagai pembicara utama, dan Kamu merupakan pendengar. 

 

Keuntungan dari keadaan ini adalah, si lawan bicara akan mengingat pembicaraan sebagai percakapan yang menyenangkan bersama Kamu.

 

Sebagai contoh, Kamu hanya menanyakan pilihan tempat print A3 murah. Sedangkan lawan bicara kemungkinan besar akan memberikan banyak jawaban yang masih bisa Kamu eksplorasi untuk mengajukan topik pembicaraan lainnya. Selamat mencoba!

Sumber : Berbagai Sumber

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu