Breaking

blog single post
Technology

Kelahiran Mesin Cetak Pertama Di Dunia

Ide lahirnya mesin cetak berawal dari sistem sederhana yang ditemui di Cina dan Korea sekitar tahun 175 Masehi. Pada masa itu sudah ada cetakan dari kayu dan perunggu yang dibubuhi tinta dan ditempelkan ke atas kertas. Sejak itu produk cetak semakin dikenal luas hingga mengalami penyempurnaan pada sekitar tahun 1440 oleh Johannes Gutenberg seorang berkewarganegaraan Jerman.

 

Dikisahkan bahwa Gutenberg saat itu bekerja sebagai tukang emas di Mainz, dan saat ia sedang membuat surat pengampuan tercetuslah ide untuk membuat mesin cetak. Pada masa itu buku dan surat ditulis dengan tulisan tangan dan terdapat banyak kesalahan serta butuh waktu yang lama untuk proses penyalinan.

 

Oleh karena itu, Gutenberg pertama kalinya membuat acuan huruf logam dengan menggunakan timah hitam untuk membentuk tulisan aksara Latin. Gutenberg membuat hampir 300 bentuk huruf untuk meniru bentuk tulisan tangan yang berbentuk tegak-bersambung.



Pada tahun 1452, Gutenberg mendapatkan pinjaman uang untuk proyek penyetakan Injil yang kemudian dikenal sebagai Bible

Gutenberg pada tanggal 15 Agustus 1456. Bibel yang dicetak sebanyak 200 jilid ini dianggap sebagai buku cetak tertua di dunia barat dan dipercaya masih ada hingga kini.  


Penemuan ini berperan besar terhadap upaya membawa Eropa keluar dari “masa kegelapan”. Percetakan membuat buku dan bahan bacaan lainnya tersedia bagi masyarakat umum. Orang mulai belajar membaca dan semakin terdidik.

 

Selain menjadi ahli dalam bidang percetakan, Gutenberg juga menciptakan bahan sampingan percetakan seperti tinta khusus untuk menyetak dan cetakan huruf. Tinta yang digunakan terbuat dari campuran minyak, tembaga, dan timah hitam yang masih bagus warnanya.

 

Pada masa Revolusi Industri sekitar tahun 1800-an, metode serta mesin percetakan mengalami kemajuan pesat. Industrialisasi menghasilkan mesin cetak bertenaga uap, mesin rotari, mesin pembuat kertas, dan mesin typeset otomatis. Keberadaan mesin cetak mengurangi biaya produksi bahan cetak sehingga produknya jadi lebih terjangkau.

 

 

Baca juga: Perkembangan Printing di Era Digital

 

 

 

 

 

 


 

Sumber : penemu.co; kaaffah.xyz

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu