Breaking

blog single post
Mobile Worker

Ekosistem Kerja Idaman Milennial

Tempat kerja yang nyaman, membuat kinerja karyawan perusahan menjadi maksimal. Sebab tempat kerja yang nyaman akan membuat karyawan menjadi lebih nyaman sehingga lebih produktif dalam bekerja. Berbagai perusahaan berlomba-lomba untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman bagi para karyawannya. Beberapa persuhaan – perusahaan besar macam Google contohnya, Google menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia berkat lingkungan tempat kerja yang ideal.


Kebanyakan pekerja di jaman sekarang juga merupakan generasi millennial, yang kebetuhannya tentu berbeda dengan generasi X. Apa yang dimaksud dengan genersi millennial? Secara umum, kamu yang termasuk generasi milenial adalah yang kira-kira lahir pada tahun 1981 – 1995. Pada era ini, komputer baru mulai booming, seiring dengan naik daunnya video games, gadget, smartphones, dan internet. Namun, saat itu semua yang serba digital belum seperti sekarang, masih sangat baru.

 

Generasi millennial juga identik dengan karakteristik seperti optimistik, idealis, individualis, tumbuh besar saat era digital mulai berkembang, mencari pekerjaan yang sesuai passion dan mudah bosan. Maka dari itu, lingkungan kerja yang sesuai dengan generasi millennial menurut PrinterQoe adalah:

 

1. Tempat kerja dengan internet super cepat

Jangan ditanya lagi. Generasi milineal yang merupakan Gen Z, di mana generasi milineal lahir di era internet, tentu saja ingin bekerja pada sebuah kantor yang mempunyai kecepatan internet cepat. Jadi sediakan koneksi internet yang cepat dan dijamin karyawan bakalan rajin berangkat ke kantor.

 

2. Tempat Kerja dengan Dresscode Bebas

Perusahaan milineal, terutama perusahaan yang bergerak dibidang start up, sering kali karyawannya menginginkan menggunakan pakaian non formal. Misalnya saja pada perusahaan start up Gojek, perusahaan start up ojek online di Indonesia ini tidak mewajibkan para karyawannya untuk menggunakan pakaian kemeja. Para karyawan bebas menggunakan kaos, atau pakaian santai lainnya.

 

3. Bebas Menyelesaikan Pekerjaan Dimana Saja

Kemajuan teknologi memang secara langsung memengaruhi aktivitas manusia, termasuk dalam urusan menyelesaikan pekerjaan. Dengan berpedoman pada efisiensi waktu, tenaga, dan bahkan biaya, generasi milenial cenderung menyukai pekerjaan yang sifatnya anywhere and anytime alias bisa dikerjakan di mana saja dan kapan saja.

 

4. Transparansi Kerja

Milenials cenderung lebih kritis dalam melihat persoalan dibandingkan generasi sebelumnya. Begitu pun dalam dunia kerja. Jika dalam lingkungan kerja para baby boomers keputusan diambil tanpa melibatkan staf, generasi milenial justru sebaliknya. Didorong oleh keinginan mendapat transparansi kerja, milenials umumnya lebih berani untuk bertukar atau menyanggah pendapat yang menurutnya kurang sesuai dengan prinsipnya.

 

5. Tidak Ada Hierarki

Jika generasi-generasi sebelumnya lebih banyak bekerja di tempat dengan kultur hierarkal yang kental, milenial justru sebaliknya. Hierarki kerja ini salah satunya bisa dilihat dari interaksi antara atasan dengan bawahan. Milenial sebagai generasi yang potensial membawa perubahan perlu diberikan peluang untuk terus mengembangkan diri dengan bimbingan mentor—bukan bos.

 

Meski struktur organisasi perusahaan tetap ada, masing-masing pekerja memiliki kesempatan yang setara untuk bekerja sama berdiskusi, berkolaborasi, dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan tanpa ada unsur senioritas. Singkatnya, milenials bekerja dengan rekan atau atasannya layaknya seorang teman.

 

Dari semua poin diatas, dapat disimpulkan jika ekosistem kerja millennial menurut PrinterQoe bersifat fleksibel, suasana kantor yang kekeluargaan, selalu ada tantangan baru, bekerja sama baik dengan rekan-rekan sekantor dengan jenjang karier yang jelas, suasana kantor yang efisien dan fleksibel, informasi yang jelas mengenai manajemen perusahaan.

Sumber : Berbagai Sumber

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu