Breaking

blog single post
Profesionalisme

Desain yang Baik Menghasilkan Image yang Baik Pula

Bila diumpamakan sebagai manusia, maka cara berpakaian, cara berdandan, hingga cara bicara seseorang adalah bagian dari identitas dirinya. Begitu juga halnya dengan brand yang sudah tentu memiliki filosofi serta keunikannya sendiri. Nilai-nilai inilah yang kemudian dirangkum ke dalam desain logo serta berbagai desain kebutuhan branding lainnya. Sebuah desain tidak bisa hanya terlihat bagus namun juga harus baik, dalam artian bisa menjadi jawaban atas permasalahan konsumen. Nah untuk mendapatkan desain yang baik ini diperlukan adanya elemen-elemen berikut.

 

  • Penggunaan warna yang tepat

Penggunaan warna yang tepat dapat menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau menarik perhatian serta menegaskan sesuatu. Seperti warna biru yang sering digunakan sebagai warna dominan pada logo pemerintahan, pendidikan dan medis, melambangkan kewenangan, martabat, keamanan dan kesetiaan.

 

 

  • Pembuatan bentuk/ shape yang timeless

Bentuk merupakan obyek 2 (dua) dimensi yang terdiri dari seperangkat garis yang ditempatkan berdekatan, memiliki diameter, tinggi dan lebar. Pada desain logo, semakin sederhana bentuknya maka akan semakin mudah menempel di benak orang dalam waktu yang lama sehingga meski ada penyesuaikan yang dilakukan, orang akan tetap mengenali logo tersebut. 

 

 

  • Pemilihan tipografi yang saling melengkapi

Syarat pertama memilih jenis huruf yang akan digunakan dalam sebuah desain haruslah mudah dibaca, tanpa terlalu banyak variasi yang membuatnya sulit dimengerti. Dalam sebuah desain brosur misalnya, gunakanlah maksimal 2 jenis tipografi yang ada di dalam satu keluarga agar bisa saling melengkapi. Sebagai contoh Anda bisa menggunakan huruf dari keluarga Roman (Bodoni, Georgia, Times New Roman) yang memiliki ciri klasik, anggun, tegas, dan feminim.

 

 

  • Mengikuti perkembangan jaman

Perubahan jaman ikut mempengaruhi cara penyampaian pesan lewat tampilan desain yang berbeda seperti tampak pada poster Revlon di atas. Pada versi modernnya (kanan) Revlon lebih menonjolkan image keseluruhan dari si model lewat penyajian teknik foto serta logo berupa tulisan, tanpa memperlihatkan bentuk fisik kosmetiknya sendiri. Sementara pada versi lamanya jelas terlihat bahwa fokus utamanya ada pada warna bibir lengkap dengan bentuk fisik lipstik beserta keterangan formulanya.

 

Bila saat ini Anda sedang dalam proses mendesain kebutuhan branding, coba evaluasi lagi apakah sudah memenuhi semua unsur di atas. Jangan lupa juga lakukan riset pasar untuk mengetahui apa sih yang saat ini sedang dibutuhkan oleh pasar, sehingga hasil desain Anda nantinya akan menjadi jawaban atas permasalahan yang dialami oleh konsumen.   

 

 

 

 

 

Sumber : berbagai sumber

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu