Breaking

blog single post
Graphic Art

Bagaimana Membuat Desain Logo Perusahaan?

Logo merupakan salah satu elemen branding. Nilai-nilai yang berada di dalam internal sebuah perusahaan akan diwakilkan oleh logo yang baik. Membuat logo yang bukanlah perihal menunggu inspirasi datang begitu saja sambil duduk di depan komputer. Kamu sebagai orang yang awam di dunia desain harus memahami jenis-jenis logo untuk bisa menemukan desain logo yang tepat bukan hanya baik saja dalam penilaian pribadi.

 

Di dalam dunia desain, ada tiga jenis logo yang umum digunakan perusahaan:

 

  1. Logo abstrak adalah logo yang menampilkan simbol-simbol tertentu yang sangat mengartikan nilai-nilai internal perusahaan. Salah satu logo abstrak adalah tiga garis adidas yang menjadi simbol keberagamaan. Simbol ini digunakan pada tahun 1971.
  2. Logotype atau yang dikenal dengan logo berbasis tulisan. Logo ini lebih sering digunakan pada masa awal perusahaan berdiri sebelum hanya menampilkan logo yang berupa gambar seperti Apple. Salah satu perusahaan yang menggunakan jenis logotype adalah coca-cola.
  3. Di bagian ini, kedua jenis logo di atas dipadu-padankan secara bersamaan sehingga perusahaan bisa menggunakan simbol atau ilustrasi dan logotype secara sendiri-sendiri bila diperlukan. Keuntungan menggunakan jenis ini, Kamu bisa menyematkan icon logo Kamu di tab saat seseorang sedang browsing di website kamu. Salah satu perusahaan yang menggunakan jenis ini adalah blue bird.


Baca Juga: Pemilihan Warna Logo Perusahaan dalam Psikologi

 

Setelah mengetahui jenis logo, Kamu bisa memilih logo yang tepat dengan perusahaan atau bisnis yang sedang Kamu bangun. Kamu bisa lanjut ke tahap berikutnya, yaitu membuat logo yang baik bahkan pemula pun bisa melakukannya.

 

1. Penyegaran

Pada tahap ini, Kamu harus menyediakan kertas dan alat tulis. Bukan untuk menggambar atau membuat tulisan indah tentang logo Kamu. Melainkan, untuk mendeskripsikan kata-kata yang menjadi dasar dari logomu. Buatlah tiga kolom pada selembar kertas A4. Pada kolom pertama, masukan semua kata sifat yang mewakili bisnis Kamu atau keunggulan yang berbeda dari pesaing. Kamu bisa menuliskan menyenangkan, modern, muda, atau gairah. Pastikan yang Kamu tulis adalah kata sifat.

 

Pada kolom kedua buatlah bentuk abstrak atau ilustrasi dari ide yang terlintas di benak Kamu saat membayangkan bisnis. Kamu bisa membuat gambar ini secara kasar tidak perlu bagus apalagi detail. Di kolom terakhir, ambilah pensil warna atau tuliskan warna-warna yang mewakili bisnis kamu. Setelah semua selesai, beristirahatlah selama 15 menit. Setelah itu, lingkarilah tiga baris pada setiap kolom. Pastikan ketiga kata tersebut benar-benar mewakili bisnismu.

 

Pada tahap selanjutnya, buatlah logo dari dua kolom terlebih dahulu karena warna bisa menjadi distraksi karena warna sangatlah kuat dan menjadikan Kamu lebih subjektif dalam memilih logo. Kamu juga bisa meminta pendapat dari orang lain atau rekan bisnis untuk memilih logo. Selanjutnya, Kamu bisa memilih warna yang tepat di dalam kolom yang sudah Kamu buat. Pada warna, secara umum ada dua jenis pemilihan warna pendamping. Setelah menentukan warna utama, Kamu bisa memilih dua atau lebih warna pendamping.

 

Warna pendamping bisa berjenis komplementer atau analogus.Komplementer bisa Kamu pilih untuk memberikan kesan yang hidup karena warna ini berseberangan dari warna utama, seperti jingga dan biru. Sedangkan analogus lebih berkesan harmonis karena berdampingan, seperti biru dan biru kehijaun. Selain itu, ada juga warna monocrom yang merupakan turunan dari salah satu warna, seperti biru hingga diakhiri warna biru memudar.

 

Baca Juga: Pentingnya Suatu Logo untuk Branding Perusahaanmu

 

2. Pelajari Logo Lain

Pada tahap ini, Kamu bisa mencari inspirasi lebih jauh tentang jenis logo yang Kamu pilih. Tujuan utama mempelajari logo lain, lebih ke arah apakah sudah adakah perusahaan yang menggunakan logo seperti yang Kamu inginkan. Terakhir, Kamu bisa mempelajari apakah logo yang Kamu lihat sudah mempunyai nilai-nilai yang seperti sudah dijelaskan sebelumnya dalam membuat logo.

 

Setelah mengetahui cara membuat logo, Kamu juga harus memastikan jenis warna yang Kamu pilih dalam nilai RGB dan CYMK. Pada kebutuhan digital, Kamu bisa memilih warna RGB. Namun, pada urusan cetak online gunakanlah warna CYMK. Ini dikarenakan warna akan turun pada hasil cetak saat menggunakan warna RGB.

 

Jadi, Kamu jangan kaget ketika hasil cetak turun karena salah pilih view di software. Lebih aman lagi, pada format pemilihan warna di software desain gunakanlah warna CYMK. Dengan begitu, pada setiap kali akan melakukan cetak online hasil cetak tidak akan turun terlalu jauh.

 

Nah, buat Kamu yang masih bingung ingin cetak online di mana. Kamu bisa memilih PrinterQoe.com karena di sini sangat banyak jaringannya dan bisa secara online. Untuk urusan hasil cetak, Kamu tidak perlu khawatir karena PrinterQoe.com mempunyai standar yang bukan main-main. Gak perlu khawatir hasil cetak online Kamu bermasalah dengan warna. Apalagi bermasalah dengan mesin-mesin atau sistem yang digunakan.

 

Baca Juga: Strategi Sebelum Launching Produk Baru Agar Penjualan Sukses

 

PrinterQoe.com menjadi solusi cerdas buat Kamu yang ingin melakukan cetak online tanpa harus datang terlebih dahulu ke lokasi. Kamu juga ga perlu takut antri kelamaan karena di PrinterQoe.com sudah sangat profesional.

Sumber : Berbagai Sumber

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu