Breaking

blog single post
Printing

Awal Mula Kaos

Pakaian berupa kaos merupakan kebutuhan primer dalam kehidupan manusia. Kaos indentik dengan kenyamanan dan orang-orang yang berjiwa muda. Kaos merupakan pakaian yang digunakan oleh siapa saja, baik itu pria dan wanita, dan untuk semua golongan umur, termasuk bayi, remaja, dan juga dewasa. Tidak hanya anak muda, ada juga para orang dewasa yang merupakan pemakai sejati dari kaos ini. Di masa sekarang, kaos sudah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Bicara soal bahan kain, kaos biasanya menggunakan bahan diantaranya Katun Kombet, Katun Kardet, Tri Blends, Cotton Slub, Cotton Bambu dan lainnya.


Sejarah Hadirnya Kaos

Abad Ke-19

Pada abad ke-19, kaos oblong merupakan evolusi dari baju dalaman. Kaos sendiri awalnya berasal dari baju dalaman panjang yang menutupi seluruh tubuh, termasuk tangan dan kaki. Rupanya baju tanpa kancing ini terinspirasi dari penambang dan buruh kapal pada akhir abad ke-19 sebagai penutup yang cocok untuk cuaca panas.

Tahun 1898-1913

Kaos oblong pertama kali muncul pada perang antara Spanyol dan Amerika yang terjadi sekitar Tahun 1898-1913. Di masa itu Angkatan Laut AS mulai menyatakannya sebagai baju dalaman dari seragam dengan bentuk leher bulat, berlengan pendek dan berwarna putih.

Tahun 1930

Merupakan masa Great Depression atau keadaan depresi ekonomi dunia yang parah. Di masa itu kaos merupakan pakaian standar yang sering dikenakan saat melakukan pekerjaan pertanian atau peternakan. Setelah Perang Dunia ke-2, t-shirt atau kaos, umum dikenakan oleh veteran untuk baju dalaman seragam yang kasual.


Sejarah Perkembangan Kaos Di Indonesia

Awalnya model kaos hanya memiliki satu macam, berupa pakaian dalaman dengan leher bulat, berlengan pendek dan berwarna putih, yang dikenakan sebagai dalaman seragam. Namun seiring perkembangan, saat ini model kaos tersedia dalam berbagai bentuk seperti kaos v-neck, turtleneck, ringer, raglan, henley dan polo.

Di Indonesia sendiri, kaos mulai dikenal karena dibawa oleh orang-orang Belanda yang pernah menjajah Indonesia. Sayangnya kaos kurang begitu populer karena saat itu belum memiliki teknologi pintal yang baik sehingga memiliki harga yang mahal.

Tahun 1970

Di awal tahun 1970-an, kaos oblong mulai berkembang ke pelosok pedesaan. Saat itu model kaos hanya digunakan oleh para pria. Bentuknya masih sederhana, berwarna putih dengan bahan katun halus tipis.

Tahun 1980

Di tahun 80-an kaos berkembang karena sentuhan industry kreatif yang berani menampilkan desain unik dan menarik.

Tahun 1990

Hadir orang-orang kreatif yang memproduksi kaos desain buatan sendiri dan menjualnya di toko  mereka sendiri. Di masa ini mulailah terkenal istilah Distro atau Distribution Outlet.

Tahun 2000

Perkembangan dunia fashion juga memberikan sentuhan baru pada kaos. Di masa ini kaos memiliki jenis dan bahan yang beragam, serta hiasan tambahan berupa gambar atau tulisan.

Saat Ini

Seementara di masa sekarang yang identik dengan era teknologi informasi, kaos tak hanya dijual di toko, namun juga dijual secara online, dengan menggunakan media sosial maupun website sebagai alat promosinya.


Itu tadi sejarah singkat hadirnya kaos yang menjadi pelindung tubuh kita. Berawal dari bentuk yang sederhana, kaos saat ini bahkan bisa dihargai jutaan rupiah karena model dan bahannya yang berkualitas bagus, serta tersemat merek-merek fashion ternama di dalamnya.


 
Baca Juga : 

Sumber : Berbagai Sumber

Reaksi Anda:




Komentar


Belum Ada Komentar

Berikan Komentarmu