Breaking

Fingerprint
IP PUBLIC
IP PRIVATE
Value

Sudah Tahu B2G?

PrinterQoe sebagai platform yang menghubungkan semua printer di seluruh Indonesia secara online, tak hanya menyasar Business to Business (B2B), platform PrinterQoe juga membidik B2G atau Business to Government. Meski banyak pihak yang ragu bahwa segmen bisnis B2G diminati, namun lini bisnis e-commerce PT Astragraphia Xprins Indonesia berhasil mematahkan hal tersebut. Sebelum membahas lebih jauh, tahukan Anda apa yang dimaksud dengan B2G?


B2G merupakan pemakaian Aplikasi Internet pada lingkungan pemerintahan yang dikenal dengan e-government. Platform berbasis website maupun mobile digunakan oleh pemerintah untuk perdagangan dan pertukaran informasi dengan berbagai macam organisasi bisnis. Platform yang telah ada terlebih dahulu diakreditasi oleh pemerintah, serta memberikan wadah bagi bisnis untuk memberikan formulir aplikasi kepada pemerintah.


Business to Government sendiri memiliki beberapa tujuan baik bagi perusahaan, lembaga negara atau pemerintahan serta masyarakat.


Pertama, terbentuknya jaringan informasi dan transaksi pelayanan publik yang berkualitas, cepat, dan  terjangkau masyarakat luas.


Kedua, adanya pembentukan hubungan interaktif dengan dunia usaha untuk menghadapi perubahan dan persaingan perdagangan internasional.


Ketiga, terbentuknya mekanisme dan saluran komunikasi dengan lembaga-lembaga negara serta penyediaan fasilitas dialog publik.


Keempat, adanya pembentukan sistem manajemen dan proses kerja yang transparan dan efisien.


Di era serba teknologi digital ini, sinergitas untuk mewujudkan bisnis yang bersih dan transparan amat penting dan diperlukan. Untuk menyelaraskan visi sinergi untuk negeri, AXI melalui salah satunya platform PrinterQoe selalu menghadirkan produk berkualitas bagi pelanggan pemerintahan dan korporasi dengan menjalankan prinsip-prinsip keterbukaan dan akuntabilitas bisnis


Business to Government nyata membawa banyak manfaat bagi pemerintahan, pelaku bisnis dan masyarakat, diantaranya:

  1. Pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. Informasi dapat disediakan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor. Informasi dapat dicari dari kantor, rumah dan dimanapun tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan.

  1. Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. Adanya keterbukaan  atau transparansi diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik. Keterbukaan ini menghilangkan rasa saling curiga dari ke semua pihak.

  1. Pemberdayaan masyarakat melalui kemudahan memperoleh informasi. Dengan adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya.

  1. Pemerintahan dapat dilakukan melalui email atau bahkan video conference. Untuk Indonesia yang memiliki area yang luas, hal ini sangat membantu. Tanya jawab, koordinasi, diskusi antara pimpinan daerah dapat dilakukan tanpa ke semuanya harus berada pada lokasi fisik yang sama.

 

Sebagai informasi, data dari APJII 2018 mencatat pengguna internet di indonesia tahun ini telah mencapai 143,26 juta jiwa, dimana berarti terdapat 54,68% penduduk Indonesia yang telah melakukan aktivitas koneksi internet. Dari data tersebut, pasar e-commerce lndonesia pun akan diprediksi mencapai US$130 miliar di tahun 2020. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika Indonesia diprediksi bisa menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020, dengan industri belanja online menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Sehingga tak heran lini bisnis AXI diantaranya PrinterQoe optimis dan tetap konsisten dalam penyelenggaraan pengadaan barang/ jasa yang akuntabel, profesional dan mudah diakses siapa saja.

 

 

Baca Juga : Lokasi-lokasi Strategis untuk Membangun Bisnis Printing



Sumber:  Berbagai sumber



Reaksi Anda:





leave your comments: