Breaking

Fingerprint
IP PUBLIC
IP PRIVATE
Technology

Perkembangan Printing di Era Digital

Digitalisasi ‘memaksa’ semua industri untuk berubah, termasuk diantaranya adalah industri printing atau percetakan. Dulu pelaku industri percetakan hanya mengenal istilah offset, namun pada sekitar tahun 90-an teknologi digital membawa industri ini ke level yang baru. Sejak saat itu, printing mengalami perkembangan pesat dengan bermacam produk yang dihasilkan dari mulai media dalam dan luar ruang.


Kepraktisan, kecepatan serta kualitas yang tidak perlu diragukan merupakan keunggulan dari digital printing. Satu lagi yang juga menjadi nilai tambah adalah orang bisa menyetak sesuai kebutuhan, tanpa ada minimal order. Anda bisa menyetak satu lembar dokumen atau foto selfi tidak sampai 5 menit lamanya.


Mesin-mesin printer yang bisa Anda temui di rumah-rumah maupun gedung perkantoran adalah produk dari digital print. Dalam ruang lingkup yang lebih besar pencetakan dengan teknologi digital ini berjalan seiring dengan pendahulunya, offset printing.  


Digital printing tidak hanya dapat dihubungkan dengan industri cetak dengan volume besar, tapi juga dapat juga berkaitan dengan industri promosi baik indoor dan juga outdoor. Spanduk, poster, brosur, flyer hingga kaos kampanye, kini tidak bisa lagi lepas dari digitalisasi.  


Kelebihan digital printing

  • Warna lebih bervariasi

  • Biaya produksi relatif lebih murah

  • Hasil cetak lebih tajam dan jernih

  • Hasil cetak memiliki tingkat presisi yang mendekati desain

  • Relatif lebih cepat, namun tergantung juga berapa banyak yang dicetak, seberapa besar gambar dan berapa banyak penggunaan warna

Kelemahan digital printing

  • Warna kurang konsisten jika untuk mencetak skala besar

  • Harga cenderung jauh lebih mahal bila mencetak dalam skala besar

Kategorisasi Digital Printing

Saat ini terdapat 3 kategori digital printing, namun tidak tertutup kemungkinan ke depannya kan berkembang lagi sesuai dengan kebutuhan.  

1. Digital Press

Istilah ‘Press’ berasal dari kata ‘Pers’ yang identik dengan media cetak. Karena itulah produk yang dihasilkan oleh digital print kategori pertama ini rata-rata menggunakan kertas sebagai medianya, antara lain berupa brosur, buku, catalog, poster, kartu nama dan cetak lembaran kertas terdiri dari berbagai ukuran seperti A5, A4, atau A3.

2. Digital Printing Indoor/ Outdoor

Teknik cetak yang satu ini digunakan untuk menyetak pada media yang lebih besar seperti standing banner, spanduk, backdrop dan lain sebagainya dengan menggunakan bahan dari plastik, nylon, atau vinyl.

3. Digital Sablon

Cetak sablon merupakan salah satu yang bisa dikerjakan oleh mesin digital printing. Mencetak di permukaan yang tidak datar seperti mug atau pulpen atau di media yang lembut seperti bahan kaos bukan menjadi masalah. Pelanggan pun bebas membuat desain sendiri dengan format file digital.


Sebagai bagian dari perkembangan digital printing yang terus bergulir, PrinterQoe memfasilitasi Anda sebagai pelanggan untuk menyetak dokumen A4 dan A3 dalam jumlah besar tanpa harus lama menunggu. Moto cepat, praktis, dan berkualitas juga dibuktikan dengan proses pencarian lokasi merchant print terdekat serta proses upload data yang  mudah. Anda bahkan akan mendapat diskon sebesar 20% setelah melakukan sign up di PrinterQoe.com.




Sumber:  berbagai sumber



Reaksi Anda:





leave your comments: