Breaking

Fingerprint
IP PUBLIC
IP PRIVATE
Printing

Percetakan di Masa Lalu

Mengenal digital printing rasanya kurang afdol apabila belum mengetahui sejarah kehadiran percetakan itu sendiri di dunia ini. Sejak lama percetakan diartikan sebagai sebuah proses industri untuk memproduksi secara massal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta di atas kertas menggunakan sebuah mesin cetak.


Dahulu kala sampai dengan saat ini masih banyak buku, koran, brosur, flyer hingga majalah yang dicetak menggunakan teknik percetakan offset. Biasanya gambar yang akan dicetak lalu di transfer ke plat cetak. Selain itu terdapat teknik percetakan umum lainnya termasuk cetak reliefsablonrotogravure dan percetakan berbasis digital seperti pita jarum, inkjet serta laser. Ada pula teknik cetak poly untuk pemberian kesan emas dan perak ke atas permukaan serta teknik cetak emboss untuk memberikan kesan menonjol di atas kertas.


Percetakan dianggap sebagai salah satu alat media komunikasi untuk menyampaikan pesan. Dengan adanya percetakan, manusia ingin pesan yang disampaikannya dapat diterima dan terjangkau oleh banyak orang. Berdasarkan catatan sejarah, awal mula usaha percetakan ditandai dengan ditemukannya kertas. Lalu media kertas inilah yang selanjutnya dijadikan bahan dasar percetakan. Seiring dengan perkembangan zaman dan penemuan alat-alat teknologi, dunia percetakan juga mengalami perkembangan, terutama mengenai teknik atau metode yang digunakan dan juga alat cetak yang dipakai.


Dulu, bahan utama yang dipakai untuk percetakan adalah kertas dan tinta. Berawal dari penemuan Johannes Gutenberg pada tahun 1440an yaitu moveable type dan mesin percetakan, ternyata memainkan peran signifikan dalam upaya membawa Eropa keluar dari masa kegelapan. Hadirnya percetakan membuat buku dan bahan bacaan lainnya tersedia bagi masyarakat disana. Orang-orang akhirnya mulai belajar membaca. Ketika masyarakat Eropa mulai terdidik, mereka mulai bertukar pikiran dan informasi yang mengarah pada penemuan-penemuan baru. 


Pada akhir tahun 1900-an, kemajuan teknologi dan barang elektronik terus mengubah industri percetakan. Di Indonesia sendiri, percetakan dan penerbitan pertama hadir di masa VOC pada tahun 1668. Namun sejarah percetakan Indonesia menganggap bahwa R.M Tirtoadisoerjo merupakan pelopor sekaligus perintis usaha percetakan di kalangan pribumi. Sebelumnya R.M Tirtoadisoerjo memiliki nama R.M Djokomono yang mendirikan toko buku, alat tulis serta toko alat tulis Jawa. Pada tahun 1904 beliau berhasil menerbitkan majalah dan  berlanjut dengan penerbitan surat kabar di Bandung. Menariknya pada saat itu surat kabar dicetak sebanyak 2000 eksemplar dan termasuk dalam jumlah yang besar. Hingga di masa sekarang, dengan bantuan komputer, istilah digital printing sangat menjamur saat ini. Perkembangan percetakan ini sangat membantu kerja manusia dalam memenuhi kebutuhannya dengan waktu yang lebih singkat dan efisien.



Sumber:  Berbagai sumber



Reaksi Anda:





leave your comments: