Breaking

Fingerprint
IP PUBLIC
IP PRIVATE
Profesionalisme

Ketika Designer Cetak Beralih ke Digital

Dari kacamata awam kami tidak tahu apa sih bedanya design untuk kebutuhan printing dnegan desain untuk digital. Karena toh keduanya sama-sama dikerjakan di komputer. Namun Anda sebagai profesional pasti lebih bisa merasakan adanya perbedaan dalam menjalani profesi serupa tapi tak sama ini. Beberapa designer profesional mengungkapkan pendapatnya bahwa beralih dari mendesain untuk kebutuhan cetak ke mendesain untuk keperluan digital tidaklah semenakutkan itu.

Mulailah dengan sesuatu yang sudah Anda kenal

Seorang designer buku yang juga Co-Founder dari Mommikin, Larissa Pickens, menyatakan bahwa ketika ia menyadari bahwa industri cetak sedang mengalami masa-masa sulit maka ia pun memperluas wawasannya mengenai digital. Larissa menemukan bahwa dalam mendesain buku maupun website, yang terpenting adalah membuatnya tampil menarik dan informasi yang ada di dalamnya mudah dimengerti. Dua unsur yang sama pentingnya dalam sebuah desain.


Menurut Larissa, home page sebuah website memiliki elemen-elemen yang hampir sama dengan cover buku dan daftar isi. Anda harus punya mata yang jeli untuk mengatur spasi kolom dan font.


Pelajari Lagi Hal-hal yang Mendasar

Menurut Peter Lyons Hall, Chief Digital Marketing Architect di iCANny, mengubah persepektif adalah salah satu cara mudah saat akan beralih ke digital. Transisi ini berarti memindahkan imajinasi ke dalam layar dan bukannya kertas.


Peter mengingatkan bahwa terdapat perbedaan antara skema warna pada design print dengan web. CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, blacK) digunakan oleh desain cetak, sementara desain web menggunakan RGB (Red, green, Blue). Jadi desain di layar komputer harus diubah terlebih dahulu ke dalam skema CMYK sebelum dicetak, begitupun sebaliknya. Mengingat mayoritas orang lebih sering mengakses web melalui smartphone, maka desain juga harus disesuaikan mengikuti ukuran layar smartphone.  


Fokus pada UX/ User Experience

UX merupakan istilah pada design digital yang fokus terhadap bagaimana menghadirkan website yang menarik sekaligus mudah digunakan. Creative Director di DMi Partners, David Lachowicz berpendapat bahwa ciri yang membedakan desain cetak dari digital adalah bahwa digital merupakan media yang dinamis. Berbeda dengan produk cetak yang menampilkan desain yang sama bagi semua orang, desain pada digital mengikuti karakteristik dari penggunanya. Tampilannya bisa berbeda menyesuaikan dengan medianya apakah smartphone, tablet atau komputer.   

  

Gunakan software yang menunjang

Langkah selanjutnya adalah mempelajari perangkat desain untuk website, karena Illustrator, Photoshop, dan InDesign sudah tidak lagi cukup. Anda membutuhkan aplikasi yang dapat mengakomodir desain-desain dinamis sebagai upaya untuk lebih mendalami lagi soal UX.


  • InVision misalnya, sebuah software yang emungkinkan penggunanya merancang prototype, presentasi, seklaigus memfasiltasi tim dalam berkolaborasi.

  • Sketch, sebuah program desain untuk membuat draft project dan mengedit gambar.


Belajar coding

Seoran Web Designer, Daniel Davidson mengatakan bahwa belajar coding sangat membantu dalam proses transisinya ke dunia digital. Ilmu coding lebih membantunya dlam mengimplementasikan ide, dibanding saat ia tidak mengetahui apapun mengenai coding. Diluar urusan desain, pemahaman mengenai coding membuat komunikasi Anda dengan proggramer menjadi semakin mudah.  


Perubahan dari cetak menjadi digital, belajar lagi ilmu-ilmu baru dan membiasakan diri dengan terminologi yang masih asing di telinga memang butuh waktu. Namun bagaimanapun anda sudah memiliki pondasi sebagai seorang desainer. Dan perubahan media dari cetak menjadi digital bukanlah hal yang tidak bisa dilalui.



Baca juga: Orang Awam Perlu Tahu Beberapa Istilah Dalam Mendesain

 




  design

Sumber:  skillcrush.com



Reaksi Anda:





leave your comments: